Home / Berita Terbaru MAN Dolopo / SOSIODRAMA “PANGERAN DIPONEGORO” DALAM RANGKA UPACARA HUT RI KE 70

SOSIODRAMA “PANGERAN DIPONEGORO” DALAM RANGKA UPACARA HUT RI KE 70

pangeran Diponegoro menyapa rakyat

Dolopo – Seni pagi ( 17/8 ) team teater MAN Dolopo yang terdiri dari 57 peserta didik menampilkan sebuah sosiodrama yang berjudul “Pangeran Diponegoro “ dalam rangka upacara HUT RI yang ke 70 di Kecamatan Dolopo tepat di Lapangan Desa Doho. Sosiodrama ini ditampilkan sebelum upcara peringatan HUT RI yang ke 70. Sosiodrama ini diperankan 47 peserta didik mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII . Mereka mendapatkan peran yang berbeda-beda ada yang menjadi Pangeran Diponegoro, Kyai Mojo dan Sentot Ali Basya, rakyat jelata, pasukan Belanda, dan Pasukan Diponegoro. Dilatih oleh Bripka Hendry Setiawan S.H,M.Hum dari Polsek Dolopo dan Serma Sumali dari Koramil Dolopo.


pasukan Belandapangeran diponegoro bersama kyai mojo, sentot ali basya

Dalam sebuah cerita sosiaodrama ini menggambarkan di sebuah desa yang asri dan damai yang terletak di sebelah barat keraton mataram yaitu Desa Tegal Rejo lahir seorang anak tepatnya pada tanggal 11 november 1785 yang memiliki nama kecil Bendoro Raden Mas Ontowiryo yang akhirnya dikenal sebagai manusia sakti mandraguna beliau adalah Pangeran Diponegoro. Sejak kecil beliau senang berkumpul dengan rakyat jelata dan menghayati religusitasnya bersama para kawula alit. Belau memiliki jiwa kepemimpinan yang kokoh kuat, dan rendah hati.
Sikap kompeni Belanda tidak menghargai adat istiadat setempat dan memaksa rakyat pribumi untuk membayar pajak kepada Belanda.hal itulah yang membuat Pangeran Diponegoro menantang Belanda secara terang-terangan, lebih lagi Belanda telah memasang patok di tanah makam milik leluhur Diponegoro di Desa Tegalrejo.
Mengetahui hal itu Pangeran Diponegoro merasa dihina, karena tanah makam leluhurnya akan diambil alih oleh Belanda. Dengan mendapat dukungan dari Kyai Mojo dan Sentot Ali Basya, beliau memerintahkan seluruh rakyat untuk mencabuti patok. Inilah awal terjadinya perang antara pasukan Belanda dengan Laskar Diponegoro yang dikenal sebagai perang Sabil yaitu perang atas nama Agama dan Tanah Air.
Peserta didik yang ikut dalam kegiatan ini sangat senang dan bangga karena mereka dapat memainkan beberapa tokoh dalam kisah Pangeran Diponegoro. Peserta upacara yang menonton pun terhibur dengan penampilan iniDengan menampilkan sosiodrama semoga dapat menambah semangat perjuangan bagi pemuda di wilayah Dolopo pada khususnya.

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment